Sistem Pernafasan Manusia 11 Februari 2020

Sistem pernapasan bekerja untuk memasukkan dan mengeluarkan
udara ke dalam dan keluar tubuh. Udara yang dimasukkan ke dalam tubuh adalah
oksigen, sedangkan yang dikeluarkan adalah karbon dioksida. Sistem pernapasan
berfungsi untuk memasok oksigen ke sel-sel tubuh. Oksigen digunakan oleh sel
tubuh untuk membakar sari-sari makanan supaya dihasilkan tenaga. Tenaga berguna
untuk melakukan segala aktivitas hidup. Udara yang dihasilkan dari proses
pembentukan energi ini adalah karbon dioksida. Karbon dioksida ini kemudian
dikeluarkan oleh tubuh melalui organ pernapasan juga. Oleh karena itu, di dalam
bernapas, terdapat kegiatan menarik dan membuang napas.
Oksigen yang dihirup pada saat menarik napas akan berdifusi
masuk ke darah dalam kapiler darah yang menyelubungi alveolus. Selanjutnya, sebagian besar oksigen diikat
oleh hemoglobin untuk diangkut ke sel-sel jaringan tubuh. Hemoglobin yang
terdapat dalam butir darah merah atau eritrosit ini tersusun oleh senyawa hemin
atau hematin yang mengandung unsur besi dan globin yang berupa protein. Hasil
pernapasan yang dikeluarkan adalah berupa CO2. Sebenarnya reaksi pernapasan
berupa pengolahan O2 menjadi energi dan penglepasan CO2 tersebut dilakukan di
dalam sel dan terjadi pada bagian yang disebut mitokondria. Peristiwa respirasi
di dalam sel ini disebut pula sebagai oksidasi. Jadi, organ pernapasan
berfungsi untuk mengambil udara pernapasan, menampung, kemudian
mendistribusikannya ke seluruh jaringan, serta selanjutnya mengeluarkannya
dalam bentuk udara hasil pernapasan. Udara hasil pernapasan selain CO2 adalah
H2O (uap air). Oleh karena itulah, apabila kamu mengembuskan napas di kaca akan
terbentuk titik-titik air.
B. Organ Penyusun Sistem Pernapasan
1. Hidung, merupakan muara keluar-masuknya udara pernapasan.
udara mengalami perlakuan. (a) Udara yang masuk ke hidung akan disaring dulu
oleh rambut hidung, sehingga debu dan partikel kotoran tidak masuk ke dalam
paru-paru. (b) Udara dihangatkan oleh kapiler darah yang ada di dalam hidung,
sehingga suhunya sesuai dengan suhu tubuh. (c) Udara dilembapkan oleh lapisan
lendir yang ada di dalam rongga hidung.
2. Faring, terletak di belakang mulut, tempat yang dilewati
oleh udara, makanan, dan air.
3. Laring, merupakan kotak suara tempat diproduksi suara.
4. Trakhea, sering disebut juga sebagai tenggorokan,
merupakan sebuah pipa udara yang mempunyai ruas-ruas menyerupai tumpukan
cincin. Saluran ini menuju ke arah bronkus.
5. Bronkus, merupakan saluran yang membawa udara dari
trakhea menuju ke paruparu.
6. Paru-paru, di dalam paru-paru, bronkus bercabang menjadi
pipa-pipa yang lebih kecil disebut bronkioli.
7. Bronkioli, merupakan cabang dari bronkus yang berada di
dalam paru-paru.
8. Alveoli,
merupakan kantung udara, dinding
alveoli tipis dan menopang jaringan-jaringan kapiler, yaitu saluran halus yang
berisi darah. Dalam alveoli terjadi pertukaran gas oksigen dan gas
karbondioksida.

C. Mekanisme pernapasan, dapat dibagi menjadi dua macam,
yaitu
1. Pernapasan Dada, adalah pernapasan yang melibatkan otot
antartulang rusuk, yang berperan mengangkat tulang rusuk, sedangkan otot
antartulang rusuk dalam berperan menurunkan tulang rusuk ke posisi semula.
Mekanisme pernapasan dada dapat dibedakan sebagai berikut.
a. Fase inspirasi, berupa berkontraksinya otot antartulang
rusuk sehingga volume rongga dada membesar. Akibatnya, tekanan dalam rongga
dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya
oksigen masuk.
b. Fase ekspirasi, merupakan fase relaksasi atau kembalinya
otot antartulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk
sehingga volume rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam
rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar sehingga udara dalam
rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
2. Pernapasan Perut, merupakan pernapasan yang mekanismenya
melibatkan aktivitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga
dada. Mekanisme pernapasan perut dapat sebagai berikut.
1. Fase inspirasi, otot diafragma berkontraksi sehingga
diafragma mendatar. Akibatnya, volume rongga dada membesar dan tekanan menjadi
kecil sehingga udara luar masuk.
2. Fase ekspirasi, merupakan fase berelaksasinya otot
diafragma (kembali ke posisi semula) sehingga volume rongga dada mengecil dan
tekanan menjadi lebih besar. Akibatnya, udara keluar dari paru-paru keluar.
D.
Berbagai jenis volume udara pernapasan
|
Jenis Volume
|
Ukuran Volume
|
Pengertian
|
|
Tidal
|
500 cc
|
Volume udara yang masuk dan keluar paruparu saat terjadi
pernapasan biasa.
|
|
Suplemen
|
1500 cc
|
Volume udara yang masih dapat dikeluarkan dari paru-paru
setelah ekspirasi normal.
|
|
Komplemen
|
1500 cc
|
Volume udara yang masih dapat dihirup setelah inspirasi
normal.
|
|
Vital
|
3500 cc
|
Jumlah volume tidal + volume suplemen +
volume komplemen atau volume maksimal yang dapat dikeluarkan
dalam satu ekspirasi setelah inspirasi maksimal.
|
|
Residu
|
1000 cc
|
Volume udara yang tersisa di dalam paruparu setelah
melakukan ekspirasi maksimal.
|
|
Total
|
4500 cc
|
Jumlah volume Vital + Volume Residu. Volume udara
seluruhnya yang dapat ditampung paru-paru
|
E.
Gangguan dan Penyakit pada Sistem Pernapasan
a. Alergi, karena debu dapat menimbulkan
bersin-bersin, lalu rongga hidung membengkak dan gatal
sehingga terjadi batuk-batuk baik ringan maupun berat. Kemudian ada pula individu yang rentan
terhadap serbuk sari. Selaput lendir hidung dan mata menjadi bengkak dengan
disertai keluarnya ingus dan bersin-bersin.
Reaksi alergi
dapat dikurangi dengan memberikan senyawa antihistamin atau pereda alergi.
b. Selesma
(pilek yang mengiringi influensa), merupakan kondisi hidung berair atau mungkin
tersumbat
lendir diikuti dengan hilangnya sensitivitas indera
penciuman. Selesma disebabkan oleh infeksi virus. Pada umumnya dapat sembuh
sendiri setelah beberapa hari.
c. Mimisan, terjadi akibat pecahnya pembuluh
darah yang ada di dalam hidung. Mimisan sering terjadi pada anak-anak. Namun,
dapat pula terjadi pada orang dewasa yang memiliki hipertensi dan gejala
stroke.
d. Polip, merupakan jenis tumor jinak yang
menyumbat sebagian jalan udara pada hidung. Sering menimbulkan suara yang sengau dan dapat
mengakibatkan kesulitan bernapas. Polip dapat dibuang melalui operasi.
e.
Rhinitis, merupakan
radang selaput hidung yang disebabkan oleh bakteri. Dapat pula
disebabkan oleh selesma maupun alergi.
f. Sinusitis, berupa peradangan yang bisa
menyebabkan sakit kepala dan nyeri pada tulang pipi.
g. Laringitis, merupakan peradangan pada kotak
suara yang menimbulkan suara menjadi lirih bahkan mungkin dapat tidak terdengar
sama sekali. Dapat disembuhkan dengan jalan mengistirahatkan pita suara.
h. Trakheitis, berupa peradangan pada trakhea
yang pada umumnya disebabkan oleh infeksi virus.
i. Bronkhitis, merupakan peradangan pada
bronkhus yang disebabkan oleh infeksi dan dapat diperparah oleh asap, misalnya
asap rokok dan asap polusi.
j. Pneumonia, diawali dengan adanya gejala
radang pada paruparu dan paru-paru terisi dengan cairan radang. Pneumonia
disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Dapat pula disebabkan oleh asap
rokok dan asap polusi.
k. Pleuritis, berupa radang selaput yang
menyelubungi paru yang disebut sebagai selaput pleura. Radang ini sering
diikuti rasa nyeri.
l. Tuberkulosis paru, merupakan penyakit yang
disebabkan oleh parasit.
m. ISPA (infeksi saluran pernapasan atas), terjadi
pada anak-anak atau penduduk di wilayah yang kurang sehat.
n. Asma (sesak napas), disebabkan oleh faktor
genetik, dapat berupa penyempitan saluran napas dan paru-paru.
o. Emfisema, merupakan pembengkakan paru-paru karena
pembuluh darah nya kemasukan udara.
p. Kanker
paru-paru, merupakan
salah satu yang paling berbahaya. Sel-sel kanker pada paru-paru terus tumbuh
tidak terkendali. Penyakit ini lamakelamaan dapat menyerang seluruh
tubuh. Salah satu pemicu kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok.
Komentar
Posting Komentar