BAHAN DAN MATER AJAR SMP AL-AZHAR 3 TgL 26-8-2019 Kelas 8A


BAHAN AJAR

HARI / TANGGAL                :  Senin/ 26 Agustus 2019
KELAS                                   : VIII ( Delapan )
SEMESTER                           : Ganjil

Jam
Pertemuan
Kompetensi Dasar/ Indikator Pencapaian Kompetensi
Tujuan Pembelajaran
Langkah-langkah Pembelajaran
Sumber Belajar/Alat Peraga
Instrumen Penilaian
Ket

KD. 3.3
Menjelaskan konsep usaha, pesawat sederhana, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari termasuk kerja otot pada struktur rangka manusia

IPK. 3.3
·         Menjelaskan konsep kerja/usaha
·         Menjelaskan jenis pesawat sederhana
·         Menjelaskan keuntungan mekanik
·         Menjelaskan prinsip pesawat sederhana pada otot dan rangka manusia

KD. 3.4
Menyajikan hasil penyelidikan atau pemecahan masalah tentang manfaat penggunaan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari

IPK. 3.4
Melaporkan/ memaparkan hasil penyelidikan tentang manfaat pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari
§ Menjelaskan konsep kerja/usaha
§ Menjelaskan jenis pesawat sederhana
§ Menjelaskan keuntungan mekanik
§ Menjelaskan prinsip pesawat sederhana pada otot dan rangka manusia
§ Melaporkan/ memaparkan hasil penyelidikan tentang manfaat pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari

Kegiatan Pendahuluan
1.         Orientasi
2.         Apersepsi
3.         Motivasi
4.         Pemberian Acuan

Kegiatan Inti
1.    Stimulation
(stimullasi/ pemberian rangsangan)
2.    Problem statemen
(pertanyaan/identifikasi
masalah)
3.         Data collection
(pengumpulan data)
4.         Data processing
(pengolahan Data)
5.         Verification / Pembuktian
6.         Generalizatio
(menarik kesimpulan)
Penutup
Sumber Belajar :
© Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Buku Siswa Mata Pelajaran IPA. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Alat Peraga :
1. Laptop
2. LCD
3. Slide
4. P.S Tipe 1
5. P.S Tipe 2
6. P.S Tipe
7. Lengan
Penilaian :
1.  Pengetahan
2.  Ketrampilan

                                                                                                                                                                                                                                                              

 Bidang Miring





Bidang miring merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang digunakan untuk memindahkan benda dengan lintasan yang miring. Semua alat yang mempunyai bidang miring atau bekerja dengan prinsip kemiringan dikategorikan sebagai bidang miring. Dengan menggunakan bidang miring beban yang berat dapat dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi dengan lebih mudah. Artinya gaya yang kita keluarkan menjadi lebih kecil bila dibandingkan tidak menggunakan bidang miring. Semakin landai bidang miring semakin ringan gaya yang harus kita keluarkan.
Prinsip kerja bidang miring juga dapat ditemukan pada beberapa perkakas contohnya kapak, pisau, obeng, sekrup. Berbeda dengan bidang miring lainnya, pada perkakas yang bergerak adalah alatnya. Kapak digunakan untuk membelah atau memotong kayu. Pisau digunakan untuk memotong. Obeng digunakan untuk mengencangkan atau mengendurkan baut. Sekrup juga merupakan salah satu alat yang menggunakan prinsip bidang miring. Apabila sekrup diputar atau diulir maka sekrup tersebut dapat bergerak maju mundur. 

Rumus Bidang Miring
Rumus bidang miring dibentuk dari perpaduan antara gaya kuasa, berat benda, tinggi, dan panjang bidang miring.
Secara matematis, rumus bidang miring yaitu:
Fk x s = W x h
Keterangan Rumus :
Fk = Gaya kuasa (N)
s    = Panjang bidang miring (m)
W  = Berat benda (N)
h    = Tinggi bidang miring (m)
Rumus Keuntungan Mekanik
W / F = s / h

CONTOH ALAT MENGGUNAKAN KONSEP BIDANG MIRING

a.       tangga naik suatu bangunan bertingkat-tingkat dan berkelok-kelok untuk memperkecil gaya
b.      jalan di pegunungan berkelok-kelok supaya mudah dilalui
c.       ulir sekrup yang bentuknya menyerupai tangga melingkar
d.      baji (pisau, kater, kampak, dll)
e.      dongkrak juga merupakan suatu contoh bidang miring karena menggunakan prinsip sekrup
f.        untuk menaikkan drum keatas truk menggunakan papan kayu yang dimiringkan.
Dalam bidang miring berlaku
a. Semakin curam suatu bidang miring, maka makin besar gaya yang diperlukan, akan tetapi jalan yang dilalui lebih pendek.
b. Semakin landai bidang miring, maka semakin kecil gaya yang diperlukan, akan tetapi jalan yang dilalui lebih panjang.
Tujuan Bidang Miring
1.       Memperkecil usaha
2.       Mempercepat pekerjaan
3.       meringankan pekerjaan

Soal Postest Bidang Miring
Soal 1.
Sebuah papan kayu dipakai untuk menurunkan sebuah drum dari truk. Tinggi truk yaitu 1,5 meter dan panjang papan 3 meter. Jika papan disandarkan pada truk, berapakah keuntungan mekanis bidang miring tersebut?

Jawab :
s = 3 meter dan h = 1,5 meter.
Ditanya KM….?
KM = s/h
KM = 3 m / 1,5 m
KM = 2
Keunguntungan mekanis pada bidang miring yaitu 2.

Soal 2
Perhatikan gambar berikut

Hitunglah gaya yang dibutuhkan untuk mendorong beban pada sistem di atas!
Penyelesaian:
Diketahui :
w = 4.000 N
s = 3 m
h = 75 cm = 0,75 m
w/F = s/h
4.000 N/F = 3 m/0,75 m
4.000 N/F = 4
F = 4.000 N/4
F = 1.000 N
Soal 3
Dengan memakai papan yang memiliki panjang 4 meter, pekerja mengerahkan gaya 1.250 N untuk memindahkan kotak ke langit-langit yang memiliki tinggi 2 meter. Berapakah berat kotak itu?
Jawab :
s = 15 m
F = 1.250 N
h = 2 m
w/F = s/h
w/1250 N = 4 m/2 m
w/1250 N = 2
w = 2 . 1250 N
w = 2500 N
Soal 4
Sebuah benda memiliki berat 1800 N akan dinaikkan ke ketinggian 2,5 m. Jika keuntungan mekanis yang diharapkan yaitu 6, berapakah jarak yang ditempuh benda pada bidang miring dan kuasa yang dibutuhkan untuk mendorong benda tersebut?
Penyelesaian:
w = 1.800 N
h = 2,5 m
KM = 6
KM = s/h
6 = s/2,5 m
s = 6 . 2,5 m
s = 15 m
KM = w/F
6 = 1.800 N/F
F = 1.800 N/6
F = 300 N
Soal 5
Jelaskan mengapa Skrup dan mata bor menggunakan prinsip bidang miring




Image result for good luck

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEMAGNETAN

MAGNET KELAS IX

Teknologi Yang terinspirasi dari struktur jaringan tumbuhan ( kelas 8 ) 21 September 2020