BAHAN DAN MATERI AJAR 5 - 8 - 2019
BAHAN AJAR
HARI
/ TANGGAL : 5 Agustus 2019
KELAS : VIII ( Delapan )
SEMESTER :
Ganjil
Jam
Pertemuan
|
Kompetensi Dasar/ Indikator Pencapaian Kompetensi
|
Tujuan Pembelajaran
|
Langkah-langkah Pembelajaran
|
Sumber Belajar/Alat Peraga
|
Instrumen Penilaian
|
Ket
|
KD. 3.1
Menganalisis
gerak pada makhluk hidup, sistem gerak pada manusia, dan upaya menjaga
kesehatan sistem gerak
IPK. 3.1
·
Menganalisis
struktur dan fungsi rangka
·
Menganalisis
struktur dan fungsi sendi
|
§ Menganalisis
struktur dan fungsi rangka
§ Menganalisis
struktur dan fungsi sendi
§ Menganalisis
struktur dan fungsi otot
§ Menganalisis
upaya menjaga kesehatan sistem gerak
§ Menyajikan
hasil pengamatan dan identifikasi tentang sistem gerak manusia dan gangguan
serta upaya mengatasinya
|
Kegiatan
Pendahuluan
1. Orientasi
2. Apersepsi
3. Motivasi
4. Pemberian
Acuan
Kegiatan Inti
1.
Stimulation
(stimullasi/
pemberian rangsangan)
2.
Problem
statemen
(pertanyaan/identifikasi
masalah)
3.
Data
collection
(pengumpulan data)
4.
Data
processing
(pengolahan Data)
5.
Verification / Pembuktian
6.
Generalizatio
(menarik kesimpulan)
Penutup
|
Sumber
Belajar :
© Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan. 2016. Buku Siswa Mata Pelajaran IPA.
Alat Peraga :
1. Laptop
2. LCD
3. Slide
4. Rangka Tulang
5. Dan lainnya yang mendukung
|
Penilaian :
1. Pengetahuan
2. Ketrampilan
|
MATERI AJAR
Persendian
Seperti kalian ketahui, ada banyak sekali tulang yang menyusun rangka pada tubuh manusia. masing-masing tulang tersebut tentu saling berhubungan. setidaknya ada 200 tulang yang posisinya saling berhubungan di dalam tubuh manusia. Hubungan yang terdapat diantara 2 tulang itulah yang disebut sebagai sendi ataupun artikulasi. Di dalam sistem gerak pada manusia, persendian memiliki fungsi serta peranan yang amat penting di dalam proses terjadinya aktivitas ataupun gerakan.
Macam-macam Sendi
Berdasarkan kepada sifat pergerakannya, sendi dibedakan kedalam 3 macam, yaitu:
1. Sendi Mati (Sinartrosis)
Sendi yang tidak mempunyai celah sendi sehingga tidak mungkin terjadi pergerakan pada sendi tersebut. Contoh dari sendi mati adalah sendi-sendi yang menghubungkan antar tulang pada bagian tengkorak.
2. Sendi Kaku (Amfiartrosis)
Sendi yang dapat digerakkan namun terbatas. contohnya adlah sendi pada ruas tulang belakang, sendi pada pergelangan tangan, serta sendi pada tulang dada.
3. Sendi Gerak (Diartrosis)
Sendi yang dapat digerakkan secara bebas. Sendi gerak dibedakan menjadi:
- Sendi engsel
Seperti engsel pada pintu, sendi ini memungkinkan pergerakan tulang pada satu arah. contoh sendi engsel adalah sendi pada lutut dan siku.
- Sendi Pelana
Pada sendi peana, salah satu tulang dapat digerakkan menuju dua arah. contohnya adalah sendi yang menghubungkan ruas jari dengan telapak tangan.
- Sendi Geser
Sendi ini memungkinkan terjadinya gerakan pergeseran pada tulang. contohnya adalah sendi-sendi pada ruas tulang belakang.
- Sendi Putar
Pada jenis sendi ini, salah satu tulang dapat bergerak karena memiliki poros pada tulang yang lain. contohnya adalah sendi yang menghubungkan tulang hasta dan tulang pengumpil.
- Sendi Peluru
Pada sendi ini salah satu tulang berbentuk bonggol sehingga tulang itu dapat bergerak ke segala arah. contohnya adalah sendi yang menghubungkan tulang lengan dengan tulang gelang bahu serta tulang paha dan tulang gelang panggul.
Otot
Otot merupakan jaringan yang terdapat di dalam tubuh manusia yang fungsinya adalah sebagai alat gerak aktif untuk membantu tulang agar bisa bergerak. Tanpa adanya otot, tubuh manusia tidak akan bisa bergerak karena ototlah yang bisa membuat tulang bergerak.
Jenis-jenis Otot
berdasarkan jenisnya, otot dibedakan menjadi 3, yaitu:
1. Otot Polos
merupakan jaringan yang terbentuk oleh sel-sel otot yang bentuknya seperti gelondong dimana dibagian ujungnya cenderung meruncing.
2. Otot Jantung
Otot yang terletak pada dinding jantung.
3. Otot Lurik
biasa disebut juga sebagai otot rangka karena otot ini biasanya melekat pada rangka. disebut lurik karena bila dilihat dengan menggunakan mikroskop akan tampak terlihat garis gelap terang pada serabut otot ini.
Gerak dan Kerja Otot
Otot bergerak secara kontraksi dan relaksasi. Ketika otot berkontraksi maka ukurannya akan memendek menjadi keras dan akan membentuk gelembung pada bagian tengah. dengan adanya kontraksi pada otot maka tulang akan tertarik. untuk mengembalikan tulang tersebut pada posisi awal maka dibutuhkan relaksasi. artinya harus ada otot lain yang berkontraksi agar bisa menarik tulang itu kembali ke posisi awal. jadi untuk bisa menggerakan tulang setidaknya dibutuhkan kerjasama dari dua macam otot dengan cara kerja yang berbeda.
Dengan berdasarkan kepada cara kerjanya, maka otot dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu otot sinergis dan otot antagonis.
Gerak Sinergis
Merupakan gerak selaras dari dua otot atau lebih. Pada gerak sinergis, otot-otot tersebut akan berkontraksi dan berelaksasi secara bersamaan. contohnya adalah gerakan pada otot punggung dan leher.
Gerak Antagonis
Gerak berlawanan antara dua atau lebih otot untuk menggerakan pada suatu bagian tubuh. contohnya adalah ketika lengan bawah terangkat maka otot bisep akan berelaksasi sementara otot trisep melakukan relaksasi.
Kelainan pada Otot
Berikut adalah beberapa cntoh kelainan yang dapat terjadi pada otot manusia:
TetanusKelainan pada otot yang disebabkan oleh infeksi bakteri sehingga kondisi otot terus menegang.
AtrofiKondisi otot yang mengecil biasanya beriringan dengan adanya infeksi virus polio, karena tidak digerakkan maka otot akan menyusut dan mengecil.
KramKejang otot dikarenakan aktifitas otot berlebih. biasanya terjadi pada atlit olahraga.
TerkilirKelainan otot karena terjadinya kesalahan pada gerak otot sinergis yang bekerja justru berlawanan arah.
Gangguan Pada Sistem Gerak
Penyebab gangguan/ kelainan tulang antara lain karena kelainan sejak lahir, kekurangan vitamin dan keceakaan. Berikut contoh kelainan pada sistem gerak antara lain:
1. Rickets
Adalah suatu kelainan tulang yang terjadi disebabkan karena penderita kekurangan zat kapur, fospor dan juga kekurangan vitamin D. Pada kelainan sistem gerak ini dapat terlihat kaki seperti bentuk huruf O atau huruf X.
2. Osteoporosis
Adalah keadaan dimana penghancuran/ pengeroposan tulang lebih cepat dari pada proses pembetukannya. Penyebab osteoprosis adalah karena kekeurangan kalsium. Gangguan sistem gerakini mudah terjadi pada orang yang usianya lebih lanjut.
3. Patah Tulang (fraktura)
Retak atau patah tulang bisa terjadi karena adanya benturan atau tekanan yang terlalu keras atau bisa juga karena kecelakaan. Pertanyaannya adalah apakah tulang yang patah bisa sembuh kembali? jawabnya bisa, karena tulang memiliki kamampuan membentuk jaringan baru untuk memperbaiki jaringan yag rusak, terutama bagi penderita patah tulang pada usia muda.
4. Arthritis
Adalah merupakan peradangan yang terjadi pada sendi yang disebabkan oleh karena sering mengangkat atau membawa beban yang terlalu berat, ataupun disebabkan karena infeksi mikroorganisme.
5. Lepas Sendi
Gangguan pada sistem gerak yang selanjutnya adalah lepas sendi. Sendi dapat terlepas dari tempatnya sehingga ligamen akan menjadi putus/ sobek. Penyebab lepas sendi adalah karena kecelakaan ataupun olahraga yang terlalu berat.
6. Kebiasaan posisi duduk
Posisi duduk seseorang yang salah bisa mengakibatkan pertumbuhan dan posisi tulang menglami kelainan. Contoh :
1). skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang melengkung ke samping sehingga tubuh ikut melegung ke samping.
2). kifosis adalah kelainan pada tulang belakang melengkung ke belakang, sehingga tubuh membungkuk,
3). lordosis adalalah merupakan kelainan pada tulang belakang bagian perut melengkung ke depan sehingga bagian perut maju.
Komentar
Posting Komentar