Dampak Pencemaran Tanah 24 Februari 2020
Dampak Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah memiliki dampak yang berbahaya bagi makhluk hidup, mulai dari segi kesehatan hingga lingkungan. Toksin yang dilepaskan oleh polutan di tanah dapat berinteraksi dengan ekosistem, baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya polutan tanah yang mencemari air kemudian memengaruhi ekosistem perairan. Berikut ini adalah beberapa dampak pencemaran tanah dari segi kesehatan dan lingkungan. Kuy, disimak!
- Kesehatan
Pencemaran tanah menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan pada manusia, di antaranya:
- Kanker – Kebanyakan polutan tanah mengandung zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker, seperti logam berat.
- Kerusakan Organ – Hal ini juga disebabkan oleh zat polutan tanah yang berbahaya. Salah satu contohnya seperti kerusakan ginjal yang disebabkan oleh merkuri.
- Bioakumulasi – Bioakumulasi dapat terjadi apabila manusia memakan daging/sayur yang telah terpapar polutan tanah. Kita harus mewaspadai hal ini karena berujung pada penyakit kronis laten (tidak disadari).
. Lingkungan
Efek pencemaran tanah terhadap lingkungan dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem. Beberapa dampak lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran tanah ialah;
- Hilangnya Keanekaragaman Hayati – Paparan polutan yang berbahaya dapat mematikan sejumlah jenis tanaman atau hewan sehingga terjadi kelangkaan spesies.
- Menurunkan Kesuburan Tanah – Hilangnya biota-biota atau mikroflora tanah dapat menyebabkan tanah menjadi tidak subur seperti sedia kala.
- Perubahan Struktur Tanah – Struktur tanah dapat mengalami perubahan apabila terdapat polutan yang mematikan komponen penting dalam tanah.
Pengelolaan Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah dapat ditanggulangi dengan berbagai macam cara, yaitu;
1. Menghindari Aktivitas Pertanian yang Berlebihan
Aktivitas pertanian seperti menanam dan pencabutan rumput yang berlebihan dapat mengakibatkan banjir dan erosi tanah.
2. Mengurangi “Waste Footprint” Manusia
“Waste Footprint” yang kita hasilkan dapat berupa sampah plastik, materi yang sulut terurai, kotoran, dsb. Materi-materi tersebut dapat terakumulasi di tanah dan menjadi polutan yang berbahaya. Kita dapat mengurangi “Waste Footprint” dengan cara melakukan 3R yaitu Reuse, Reduce, dan Recycle.
3. Pencucian Tanah
Pencucian tanah bertujuan untuk menghilangkan kontaminan yang ada di dalam tanah. Cara pengelolaan ini menggunakan air untuk membersihkan tanah dan memisahkan tanah yang terkontaminasi. Metode ini memungkinkan manusia untuk mengurangi pencemaran tanpa harus melakukan penggalian tanah.
4. Bioremediasi
Metode pengelolaan ini menggunakan mikroorganisme untuk mengurangi kontaminan dan mengembalikan kesuburan tanah. Cara ini merupakan pengelolaan pencemaran tanah yang terjadi secara alami. Namun, bioremediasi juga tetap membutuhkan temperatur yang sesuai, nutrisi, dan oksigen di dalam tanah.
Asalamualaikum
BalasHapusSaya radit 7f hadir
Hapus