Simbiosis 10 Februari 2020
SIMBIOSIS
Makhluk hidup membutuhkan hubungan dengan makhluk hidup yang
lain. Beberapa makhluk hidup mengalami hubungan khusus yang disebut simbiosis.
Simbiosis adalah bentuk interaksi yang erat antara dua individu/spesies yang
berbeda jenis. Makhluk hidup yang bersimbiosis disebut simbion. Interaksi
tersebut ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan. Simbiosis dapat
dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu:
1. Simbiosis
mutualisme ialah hubungan dua makhluk hidup yang saling menguntungkan.
kupu-kupu dengan bunga
kerbau dengan burung jalak
lebah dengan bunga
2. Simbiosis
komensalisme ialah hubungan dua makhluk hidup yang menguntungkan salah satu
pihak sedang pihak yang lain tidak dirugikan.
ikan remora dengan hiu
tanaman anggrek dengan pohon jeruk
tanaman paku dengan pohon yang ditumpanginya
anggrek dengan pohon mangga
kutu pada rambut manusia
ikan badut dengan anemon laut
3. Simbiosis
parasitisme ialah hubungan dua makhluk yang salah satu diuntungkan dan pihak
yang lain dirugikan.
benalu dengan tumbuhan inang
tali putri dengan tanaman yang ditumpanginya
kerbau dengan kutu
bunga arnoldi raflesia dengan kan tumbuhan yang ditumpangi
cacing perut dan cacing tambang yang hidup di dalam usus
manusia
4. Simbiosis
amensalisme, yaitu saat satu pihak dirugikan dan pihak lainnya tidak
diuntungkan maupun dirugikan.
5. Simbiosis
kompetisi, yaitu simbiosis yang saling merugikan bagi kedua pihak, biasanya
terjadi persaingan dalam memperebutkan makanan.
6. Simbiosis
netralisme, yaitu hubungan yang tidak menguntungkan maupun merugikan bagi kedua
pihak.
Interaksi antar organisme dalam komunitas ada yang sangat
erat dan ada yang kurang erat. Interaksi antar organisme dapat juga
dikategorikan sebagai berikut.
A. Antagonisme
Antagonisme merupakan bentuk hubungan antara 2 jenis mahluk
hidup, dimana mahluk yang satu merugikan mahluk hidup yang lainnya. Interaksi
antar mahluk hidup yang termasuk antagonisme adalah sebagai berikut :
Kompetisi ( persaingan )
Amensalisme
Parasitisme
Predatisme ( pemangsaan )
Antibiosis
Kompetisi
Kompetisi (persaingan) dapat terjadi diantara mahluk hidup
yang dapat menimbulkan seleksi alam dalam evolusi. Antara organisme yang satu
dengan yang lain terjadi persaingan untuk memperoleh kebutuhan hidupnya,
seperti makanan, cahaya matahari, tempat berlindung dan sebagainya. Dalam
persaingan itu muncul berbagai cara untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungannya, baik penyesuaian struktur maupun tingkah laku agar dapat
melangsungkan kehidupannya. Persaingan tersebut dapat dibedakan menjadi dua.
Kompetisi intra spesifik, yaitu persaingan antar individu
satu spesies.
Contoh : persaingan antara populasi kambing dengan populasi
sapi di padang rumput.
Kompetisi antar spesifik, yaitu persaingan antara individu
yang berbeda spesiesnya.
Contoh : persaingan antara rumput teki, rumput gajah, dan
ilalang dalam memperebutkan lahan.
Persaingan akan semakin hebat apabila organism-organisme
yang bersaing tersebut mempunyai kebutuhan yang hampir sama. Apabila antara dua
spesies yang berkompetisi terjadi persaingan yang semakin kuat,maka salah satu
diantaranya akan kalah. Jadi, dua spesies yang berbeda tidak dapat menduduki
nichia/nisia/niche/relung ekologi yang sama.Dalam niche tercakup juga peranan
fungsional organisme tersebut dalam kelompok komunitasnya.
2. Amensalisme
Amensalisme adalah interaksi antara berbagai jenis makhluk
hidup dengan salah satu dirugikan sedangkan yang lainnya tidak mengalami
perubahan apa-apa. Sebagai contoh rumput jepang yang ditanam dibawah naungan
pohon mangga yang rindang,akan mati layu karena tidak terkena sinar matahari.
Sedangkan pohon mangga tidak dirugikan, juga tidak mendapatkan keuntungan.
3. Parasitisme
Parasitisme adalah hubungan antara dua jenis makhluk
hidup,dimana makhluk hidup yang satu mendapatkan kerugian,sedangkan yang lain
mendapat keuntungan. Keuntungan yang diperoleh berupa makanan dan perlindungan
sedangkan makhluk hidup yang ditumpanginya (hospes/inang) merasa rugi karena
sari makanannya diambil,bahkan mungkin dibunuh oleh parasit itu.Misalnya,benalu
yang menumpang pada tumbuhan inang. Organisme yang mendapat keuntungan disebut
parasit, sedangkan organisme yang dirugikan disebut inang. Organisme parasit
dapat hidup pada tumbuhan, hewan, dan manusia.
Contoh:
- plasmodium dalam tubuh manusia
- tali putri dengan tumbuhan inangnya
- taenia saginata dalam tubuh sapi
- benalu dengan pohon yang ditempelinya
- cacing perut dalam usus manusia
- rafflessia dengan tumbuhan inangnya
- nyamuk dan kulit manusia
4. Predasi atau
Predatorisme
Predasi adalah hubungan antara pemangsa dan mangsanya.
Pemangsa dikenal dengan predator, dan yang dimangsa disebut prey. Hubungan ini
sangat erat karena tanpa mangsa, predator tidak dapat hidup. Sebaliknya,
predator juga berfungsi pengontrol populasi mangsa agar tidak terjadi ledakan
populasi. Dalam rantai makanan, predator menempati posisi sebagai konsumen
sekunder. Pemangsa ini untuk memenuhi kebutuhan makanan demi kelangsungan
hidupnya.
Contoh :
a. singa
memangsa zebra.
hubungan singa dengan kijang dan rusa
burung hantu dengan tikus.
5. Antibiosis dan
alelopati
Antibiosis adalah hubungan antara dua makhluk hidup yang
berbeda spesies, dimana salah satunya dapat menghambat pertumbuhan dan
kehidupan yang lainnya.
Hubungan antara makhluk hidup disebut sebagai hubungan
antibiosis jika salah satu organisme mengeluarkan sekret kimiawi yang mampu
merusak bahkan membunuh makhluk hidup yang lainnya. Interaksi ini dapat
menyebabkan salah satu organisme lebih unggul dalam persaingan untuk
mendapatkan kebutuhan makanan atau organisme yang satu mengeluarkan zat yang
dapat mematikan organisme yang lainnya.
Sebagai contohnya, adanya jamur penicillium sp yang dapat
menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur yang ada di sekitar. Jamur ini
mengeluarkan zat kimia berupa antibiotika yang disebut penicillin. Pohon-pohon
tertentu akan mengeluarkan zat kimia berupa alelopati, sehingga tumbuhan lain
tidak dapat hidup di bawahnya. Misal, di bawah pohon kamboja sedikit dijumpai
rumput.
Contoh :
- jamur penicillium notatum dan jamur penicillium
chrysogenum dapat menghambat pertumbuhan
dan kehidupan atau jamur patogen, karena kedua jamur tersebut dapat
mengharilkan zat antibiotik yang di sebut penisilium.
B. Protagonisme
Protagonisme merupakan suatu bentuk hubunganantara dua jenis
makhluk hidup yang saling menguntungkan,dimana suatu makhluk hidup
menguntungkan makhluk hidup lainnya.
1. Mutualisme
Mutualisme merupakan bentuk hubungan (interaksi) yang saling
menguntungkan banyak terjadi di alam ini. Simbiosis mutualisme adalah suatu
hubungan antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya yang
saling meguntungkan bagi dua belah pihak. Misalnya, simbiosis antara sapi dan
burung-burung memperoleh makanan berupa kutu di tubuh sapi,sedangkan sapi
dibantu menghilangkan kutu yang membuat tubuhnya gatal.
Protozoa berflagela yang hidup didalam saluran pencernaan
rayap. Kayu yang banyak mengandung selulosa tidak dapat di cerna oleh
rayap,kecuali dengan bantuan protozoa yang hidup di saluran pencernaanya.
Protozoa akan mencerna selulosa menjadi molekul-molekul karbohidrat yang lebih
kecil sehingga dapat dicerna oleh pencernaan rayap. Dengan demikian, rayap
mendapat keuntungan dari keberadaan protozoa di dalam pencernaannya. Demikian
juga protozoa akan mendapatkan keuntungan, karena protozoa tersebut dapat hidup
terlindung dalam saluran pencernaan rayap.
Contoh mutualisme :
- tanaman kacang-kacangan (leguminosae) dan bakteri
Rhizobium
- kupu-kupu dengan bunga
- ganggang (alga) dengan jamur (fungi) membentuk lumut kerak
(lichenes)
- badak dengan burung jalak hitam
2. Komensalisme
Komensalisme adalah hubungan antarorganisme dimana salah
satu pihak untung dan yang lain tidak dirugikan. Pada hubungan ini kedua pihak
saling bekerjasama.Misal pada ikan badut yang berada di laut bagian dalam,yang
akan memanfaatkan anemon laut sebagai tempat persembunyiannya terhadap
pamangsa-pamangsa lain.Jadi ikan badut akan merasa terlindungi dengan adanya
anemon laut itu.
Ikan ikan kecil yang hidup bersama dengan ikan hiu.
Ikan-ikan ini disebut remora. Remora mendapat makanan sisa-sisa dari ikan hiu.
Selain itu, mereka akan terlindungi dari predator yang akan memangsanya.Ikan
hiu tidak merasa tergangu dengan kehadiran remora.
Pada tumbuhan epifit yang tumbuh melekat pada tumbuhan yang
lainnya,tetapi tidak merugikan tumbuhan yang ditumpanginya itu.Misalnya pasa
tumbuhan anggrek atau paku-pakuan yang melekat pada dahan tumbuhan lain,tetapi
tidak merugikan tumbuhan inangnya.
Contoh Simbiosis Komensalisme :
- anggrek dan pohon yang ditumpanginya
- ikan hiu dan ikan remora
- karang yang menempel pada tubuh ikan paus
- tanduk rusa dengan pohon lain
Komentar
Posting Komentar