Hati Sebagi Sistem Ekskresi Keas 8A dan 8B SMP Al-Azhar 1 24 Maret 2020
HATI
apa Itu Hati?
Hati merupakan salah satu organ yang perannya sangat vital dalam tubuh manusia. Organ yang sering disebut sebagai liver ini merupakan organ terbesar di dalam tubuh. Organ yang berwarna cokelat ini memiliki berat sekitar 1,5 kilogram. Ia terletak di rongga perut kanan bagian atas, tepat di bawah rusuk bagian kanan. Organ ini memiliki dua bagian, yaitu bagian kanan dan kiri. Lobus kanan hati merupakan bagian terbesar yang ukurannya lima sampai enam kali lebih besar daripada lobus kiri.
Fungsi Hati
Hati memiliki berbagai fungsi bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Fungsi hati mulai dari menghancurkan racun didalam darah, menghasilkan protein, hingga membantu proses pencernaan. Berikut fungsi hati lainnya:
Menghancurkan Sel Darah Merah
Membersihkan Darah
Memproduksi Protein
Metabolisme Protein
Penyimpanan Nutrisi
Cairan Empedu dan Energi
Trigliserida dan Hormon
Alanin Transaminase (ALT)
Gamma-Glutamyl Transferase (GGT)
Aspartat aminotransferase (AST)
Fungsi hati yang satu ini bukannya menghancurkan sembarang sel darah merah, tapi sel darah merah yang sudah tua. Proses ini akan membuat fases berwarna cokelat. Namun, jika fases ini berwarna pucat atau putih, atau pun warna urine menjadi lebih gelap, bisa menjadi pertanda adanya masalah pada organ hati. Cotohnya, hepatitis yang disebabkan oleh virus.
Selain warna fases dan urine, masalah hati juga bisa ditandai oleh perubahan warna mata dan kulit. Umumnya, warna mata berubah menjadi kekunginan, mengindikasikan adanya penyakit kuning dalam tubuh. Penyakit kuning atau jaundice ini disebabkan oleh penumpukkan bilirubin.
Fungsi hati lainnya adalah membersihkan darah dari senyawa berbahaya. Seperti yang berasal dari obat-obatan, alkohol, hingga racun.
Organ yang satu ini bertanggung jawab untuk memproduksi protein, seperti albumin yang berfungsi menjaga cairan dalam sistem sirkulasi tubuh. Protein yang berperan sebagai faktor pembekuan darah dan sistem kekebalan tubuh juga dihasilkan oleh hati.
Hati juga berperan dalam membantu metabolisme protein dengan mengubah amonia menjadi urea yang dikeluarkan bersama urine oleh ginjal.
Hati juga berperan penting dalam proses penyimpanan nutrisi tubuh. Misalnya zat besi, vitamin A, B12, D, dan K, serta asam folat.
Organ ini berperan dalam produksi cairan empedu yang bertugas membantu dalam proses pencernaan makanan. Di samping itu, hati juga menyimpan energi untuk tubuh dalam bentuk glikogen dan mengubahnya menjadi glukosa ketika glukosa darah rendah.
Organ terbesar ini bertanggung jawab atas produksi kolesterol dan trigliserida, serta protein pembawanya agar dapat dialirkan dalam darah. Tak hanya itu, hati juga berfungsi untuk memproduksi hormon pertumbuhan anak-anak.
Baca juga: Begadang Bisa Ganggu Fungsi Hati, Kenapa?
Pemeriksaan Fungsi Hati
Untuk mengetahui kondisi fungsi hati, maka diperlukan pemeriksaan yang disebut sebagai uji fungsi hati. Sesuai namanya, pemeriksaan fungsi hati ini bertujuan untuk mengetahui kondisi hati secara mendalam dan ada tidaknya potensi penyakit pada liver. Terdapat beberapa penyakit yang bisa menyebabkan masalah pada liver, seperti kanker hati, hepatitis, dan sirosis hati,
Tes fungsi hati ini bisa dilakukan melalui pengambilan sempel darah untuk memeriksa senyawa-senyawa kimia di dalam hati. Pemeriksaan ini akan menentukan senyawa mana yang kadarnya berlebihan atau berkurang, sehingga menimbulkan masalah. Berikut senyawa yang biasanya diukur melalui tes darah.
ALT merupakan enzim yang berfungsi membantu mengolah protein. Kadar senyawa ini akan tinggi saat hati mengalami cedera atau peradangan, seperti hati pengidap hepatitis.
Meski enzim CGT di produksi oleh hati, tapi enzim ini juga terdapat di organ tubuh lainnya. Contohnya, pankreas, ginjal, ataupun otak. Pemeriksaan ini dilakukan bersama dengan komponen uji fungsi hati lain. Pemeriksaan fungsi hati ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya gangguan pada saluran hati atau empedu.
Pemeriksaan ini meruapakan pemeriksaan eznim AST yang ada di dalam hati. Kadar AST yang tinggi bisa menandai adanya masalah pada liver.
Pemeriksaan fungsi hati tak cuma melalui tes darah saja tapi juga bisa melalui tes pencitraan. Tes ini merupakan tes diagnostik lain yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit hati. Metode ini digunakan terutama untuk memeriksa ukuran tumor atau jaringan parut di hati.
TUGAS
1. Sebutkan 5 Penyakit Hati, dan Jelaskan Penyebabnya.
Hasil difoto dan di kirim ke wa Bapak

Siap pak
BalasHapusSiap pak
BalasHapusSiap 86 pakkk
BalasHapusok pak (ragil)
BalasHapusSiap pak
BalasHapusSiap pa
BalasHapusSiaap pak
BalasHapusSiiap pak:zidan
BalasHapusSiap pak
BalasHapusSiap pak:)
BalasHapusOke pak
BalasHapus