Kulit Pada Manusia 5 Maret 2020
Sistem Ekskresi Pada Kulit Manusia
Sistem ekskresi merupakan sistem yang mengatur
pembuangan zat-zat sisa yang tidak digunakan dan bersifat racun dari dalam
tubuh. Zat sisa ini didapatkan dari hasil metabolisme tubuh. Setiap hari
manusia mengonsumsi makanan makanan yang akan dicerna melalui sistem
pencernaan pada manusia. Zat makanan
kemudian diedarkan oleh alat peredaran darah ke seluruh tubuh.
Namun zat yang
dikonsumsi bukan hanya zat nutrisi yang dapat digunakan tubuh. Zat seperti
alkohol dan obat-obatan yang bersifat racun juga ikut diedarkan darah.
Disinilah organ sistem ekskresi berperan penting dalam pembuangan zat racun
dari tubuh. Apabila terjadi kelainan pada sistem ekskresi manusia, maka tubuh tidak
bisa mengeluarkan zat sisa metabolisme dari tubuh secara optimal. Organ yang
termasuk dalam sistem ekskresi pada manusia adalah hati, paru paru,
ginjal, dan kulit. Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai sistem ekskresi
pada kulit :
Struktur Kulit
Kulit merupakan organ
tubuh yang memiliki luas permukaan terbesar. Kulit juga merupakan organ terluar
yang melindungi tubuh manusia dari mikroba, serangan fisik, dan iritasi bahan
kimia. Kulit manusia terdiri dari 3 lapisan, yaitu lapisan epidermis, dermis,
dan hipodermis. Macam macam lapisan kulit manusia dan bagiannya yaitu:
1.
Lapisan epidermis
Lapisan epidermis
adalah lapisan terluar dari kulit. Pada lapisan ini terdapat bagian-bagian
(strata) berupa:
·
Basal/germinavitum – bagian ini merupakan bagian paling bawah dalam
lapisan epidermis. Disinilah proses mitosis sel kulit terjadi. Pada bagian ini
terdapat banyak sel epidermis yang disebut keratinosit, yang menghasilkan
keratin.
·
Spinosum – sel sel kulit pada bagian ini berperan dalam
fleksibilitas kulit.
·
Granulosum – sel sel kulit pada bagian ini lebih pipih dan
tidak memiliki nuclei.
·
Lucidum – bagian ini terdiri dari sel sel kulit yang
mati dan hanya ditemukan pada tempat tertentu ditubuh, seperti tangan dan kaki.
·
Corneum – bagian ini adalah bagian kulit yang terlihat
oleh mata telanjang. Sel kulit pada bagian ini disebut corneosit.
Penjelasan lebih
lengkap dapat dibaca pada artikel bagian bagian kulit manusia dan fungsinya.
2.
Lapisan Dermis
Lapisan dermis adalah
lapisan diantara epidermis dan hipodermis. Bagian ini terdiri dari dua bagian
yaitu lapisan papilari dan retikular. Fungsi lapisan papilari yaitu:
·
Menyediakan nutrisi
pada lapisan basal epidermis
·
Pengaturan suhu
·
Pembuangan zat sisa
metabolisme sel
·
Memberi pola sidik
jari
Lapisan retikular
mengandung beberapa hal diantaranya:
·
Folikel rambut –
merupakan struktur tempat tumbuhnya rambut
·
Kelenjar keringat
–berperan dalam perngaturan suhu tubuh
·
Kelenjar minyak
– fungsi kelenjar minyak pada kulit adalah untuk melindungi
dan melembabkan kulit.
·
Ujung saraf – benda
yang meneruskan rangsangan rasa panas, dingin, sakit dan sebagainya.
·
Pembuluh limfatik –
jalan sel sistem imunitas tubuh
·
Kolagen –protein yang
menjaga elastisitas kulit
3.
Lapisan Hipodermis
Lapisan hipodermis
merupakan lapisan kulit terbawah dan memiliki banyak kandungan kolagen dan
lemak. Fungsi lemak pada bagian ini adalah sebagai bantalan jika
terjadi benturan dari luar. Fungsi lapisan ini adalah:
·
Melindungi tubuh dari
dingin
·
Melindungi organ
bagian dalam
·
Tempat penyimpanan
lemak
Fungsi Kulit dalam Sistem
Ekskresi
Keringat yang
dikeluarkan melalui manusia merupakan salah satu cara ekskresi hasil
metabolisme tubuh pada manusia. Keringat diproduksi oleh kelenjar keringat yang
ada pada lapisan dermis kulit. Produksi dan hal yang mempengaruhi produksi
keringat akan diuraikan sebagai berikut.
1.
Produksi Keringat
Keringat dihasilkan
oleh kelenjar keringat yang tersebar di seluruh permukaan kulit. Ada dua jenis
kelenjar keringat, yaitu kelenjar ekrin dan apokrin.
·
Ekrin (Eccrine) – jenis kelenjar keringat
ini ada disemua bagian tubuh, khususnya banyak ditemukan pada telapak tangan
dan kaki serta pada dahi. Keringat yang dihasilkan tidak mengandung protein dan
lemak.
·
Apokrin (Apoccrine) – jenis kelenjar ini hanya
ada bagian tertentu dan mulai aktif saat memasuki masa pubertas. Letaknya ada
di sekitar ketiak, alat reproduksi wanita dan alat reproduksi pria terluar. Keringat yang dihasilkan
mengandung protein dan lemak.
Keringat diproduksi
karena rangsangan yang didapat dari aktivitas fisik, kondisi emosional, cuaca
yang panas, atau rangsangan dari saraf. Saat rangsangan diterima, maka kelenjar
akan mengeluarkan keringat primer yang mirip dengan plasma. Cairan keringat
berasal dari cairan diantara sel sel yang diambil dari kapiler darah. Pada suhu
rendah, aliran keringat melambat memungkinkan sel sel menyerap kembali air,
natrium dan klorida.
Hasilnya keringat
yang dihasilkan lebih sedikit dan mengandung sedikit natrium dan klorida.
Sedangkan saat suhu tinggi, biasanya saat melakukan aktivitas fisik, aliran
keringat lebih cepat. Akibatnya penyerapan air dan mineral terganggu. Keringat
yang dihasilkan juga jumlahnya lebih banyak. Pada kelenjar keringat apokrin,
cairan keringat juga tercampur dengan protein dan lemak. Akibatnya keringat
yang dihasilkan lebih pekat dan berwarna kekuningan. Ini menjelaskan kondisi
pakaian yang menguning di daerah ketiak.
2.
Fungsi Keringat
Seperti yang telah
dijelaskan, keringat adalah salah satu cara ekskresi pada manusia. Kulit
membantu menyeimbangkan tubuh dengan membuang zat zat sisa dan bersifat racun
keluar tubuh melalui keringat. Zat sisa metabolisme dalam tubuh beredar dalam
tubuh melalui sistem sirkulasi pada manusia.
Kelenjar keringat
mengambil zat zat sisa seperti urea, amoniak, dan zat lain yang beredar di
dalam darah kemudian mengeluarkannya beserta keringat. Hal ini juga terjadi
saat manusia mengonsumsi minuman beralkohol. Saat kandungan alkohol melewati
kapiler darah, kapiler melebar dan memungkinkan alkohol diserap oleh kelenjar
keringat. Secara umum fungsi keringat yaitu:
·
Membuang zat sisa
metabolisme
·
Mengeluarkan zat
racun dari tubuh
·
Mengatur suhu tubuh
·
Menjaga homeostasis
tubuh
3.
Keringat Berlebih
Keringat berlebih
(hiperhidrosis) merupakan kondisi dimana seseorang mengeluarkan keringat dalam
jumlah lebih banyak dari normal dan bukan disebabkan oleh kondisi emosional
atau aktivitas fisik. Kondisi ini dapat berkaitan dengan hormon dan faktor
genetik yang dimiliki namun juga bisa menjadi tanda adanya gangguan pada organ
tubuh seperti kelainan pada hati, ginjal, maupun kelenjar hormon pada tubuh.
Faktor penyebab keringat berlebih antara lain:
·
Hormon – biasanya
kondisi ini terjadi saat hormon tidak seimbang, misalnya saat pubertas,
menopause, atau menjelang datang bulan.
·
Aktivitas kelenjar
tiroid – fungsi kelenjar tiroid adalah mensekresikan hormon
tiroid, yang mengatur metabolisme tubuh. Apabila aktivitas kelenjar meningkat
maka aktivitas metabolisme juga semakin tinggi.
·
Kafein – kandungan
kafein dapat mempercepat cara kerja jantung, akibatnya metabolisme tubuh juga semakin
cepat.
·
Aktivitas saraf
simpatik – aktivitas abnormal dari saraf simpatik, yang merangsang pengeluran
keringat, mempengaruhi jumlah keringat yang dikeluarkan.

Komentar
Posting Komentar