Sistem Ekskresi Manusia ( Paru-Paru ) 9 Maret 2020
Sistem
ekskresi merupakan sistem yang mengatur pembuangan zat-zat sisa yang
tidak digunakan dan bersifat racun dari dalam tubuh. Zat sisa ini didapatkan
dari hasil metabolisme tubuh. Setiap hari manusia mengonsumsi makanan makanan
yang akan dicerna melalui sistem pencernaan
pada manusia. Zat makanan
kemudian diedarkan oleh alat peredaran darah ke seluruh
tubuh.
Namun zat yang dikonsumsi bukan hanya
zat nutrisi yang dapat digunakan tubuh. Zat seperti alkohol dan obat-obatan
yang bersifat racun juga ikut diedarkan darah. Disinilah organ sistem ekskresi
berperan penting dalam pembuangan zat racun dari tubuh. Apabila terjadi kelainan pada
sistem ekskresi manusia, maka tubuh tidak bisa mengeluarkan zat
sisa metabolisme dari tubuh secara optimal. Organ yang termasuk dalam sistem
ekskresi pada manusia adalah hati, paru paru , ginjal, dan
kulit. Berikut adalah pembahasan mengenai sistem ekskresi paru-paru
Struktur
Paru-Paru
Paru-paru
merupakan organ penting dalam sistem
pernafasan mamalia dan manusia. Letak paru-paru pada manusia
adalah di dalam rongga dada bagian kiri dan kanan. Paru-paru bagian kiri lebih
kecil dibandingkan dengan bagian kanan karena adanya jantung pada rongga dada
sebelah kiri atas. Apabila ukuran dua bagian paru-paru ini sama besarnya maka
rongga dada akan sesak dan mengganggu cara kerja jantung
Struktur
dan bagian bagian
paru paru kanan dan kiri antara lain:
·
Trakea – lanjutan
saluran nafas dari laring, sebagai perantara antara laring dan bagian paru paru
lain. Trakea juga sebagai batas antara sistem respirasi bagian bawah dan bagian
atas. Sistem respirasi bagian atas diantaranya bagian bagian hidung dan laring.
·
Bronkus – sering disebut
sebagai percabangan dari trakea. Fungsi bronkus adalah mengeluarkan
benda asing dan kotoran yang masuk dalam saluran pernafasan. Fungsi ini
dilakukan oleh silia yang ada pada dinding bronkus. Bronkus primer adalah
percabangan pertama dari trakea, terdiri dari bronkus primer dekstra (bronkus
yang mengarah pada paru paru kanan) dan bronkus primer sinistra (bronkus yang
mengarah pada paru paru kiri). Selanjutnya percabangan bronkus akan menjadi
bronkiolus.
·
Lobus – paru paru dibagi dalam
beberapa lobus. Paru paru kanan memiliki tiga lobus sedangkan paru paru kiri
memiliki dua lobus. Lobus pada paru paru kanan dipisahkan oleh patahan miring (Oblique fissure)
dan patahan lurus (horizontal
frissure). Sedangkan paru paru kiri hanya dipisahkan oleh patahan
lurus.
·
Alveolus – disebut juga
dengan kantung udara yang muncul dari bronkiolus. Fungsi alveolus adalah sebagai tempat
pertukaran udara.
·
Pleura – merupakan
selaput tipis yang menyelebungi paru paru. Ada dua jenis pleura, yaitu pleura
viserali (selaput yang membungkus paru paru) dan pleura parietal (selaput yang
melapisi rongga dada). Diantara dua selaput ini terdapat cairan yang berfungsi
sebagai pelumas untuk menghindari gesekan antara paru paru dan dinding dada.
Paru-paru
dalam Sistem Ekskresi
Setiap
bagian paru paru memiliki fungsinya masing masing dalam sistem
pernafasan pada manusia dan sistem respirasi manusia. Istilah
pernafasan dipakai untuk menunjukkan kegiatan menghirup dan mengeluarkan udara
dari dalam tubuh. Sedangkan respirasi oleh paru paru digunakan untuk
menunjukkan pertukaran oksigen dengan karbondioksida dan uap air. Disinilah
paru paru berperan sebagai organ sistem ekskresi paru paru yaitu dalam
pembuangan karbondioksida dan uap air ke luar tubuh.
1.
Mekanisme Pernafasan
Mekanisme
pernafasan pada manusia ada 2 macam yaitu pernafasan dada dan pernafasan perut.
Kedua mekanisme pernafasan ini memiliki fase yang sama yaitu fase inspirasi dan
ekspirasi. Pada pernafasan dada, pernafasan terjadi oleh bantuan tulang rusuk.
Tahapan pernafasan dada diuraikan sebagai berikut:
·
Fase
inspirasi – pada fase inspirasi pernafasan dada, otot rusuk (muskulis
intercostalis eksternal) berkontraksi. Hal ini menyebabkan tulang rusuk
terangkat dari keadaan normal. Sesuai dengan prinsip tekanan, semakin besar
volume maka tekanan yang dimiliki mengecil. Sehingga tekanan udara dalam paru
paru mengecil. Akibatnya udara masuk ke dalam paru paru.
·
Fase
ekspirasi – pada fase ekspirasi pernafasan dada, otot rusuk relaksasi yang
menyebabkan tulang rusuk yang tadinya terangkat saat fase inspirasi kembali
dalam keadaan semula. Hal ini menyebabkan volume paru paru mengecil dan tekanan
membesar. Akibatnya udara keluar dari paru-paru.
Sedangkan
dalam mekanisme
pernafasan perut, yang berperan adalah otot diafragma. Fungsi diafragma sendiri adalah
sebagai pembatas antara organ dalam rongga dada dan perut. Tahapan dalam
pernafasan perut diuraikan sebagai berikut:
·
Fase inspirasi – pada fase inspirasi pernafasan perut,
otot diafragma berkontraksi. Hal ini menyebabkan otot diafragma mendatar dan
paru paru mengembang. Sesuai dengan prinsip tekanan, semakin besar volume maka
tekanan yang dimiliki mengecil. Sehingga tekanan udara dalam paru paru
mengecil. Akibatnya udara masuk ke dalam paru paru.
·
Fase ekspirasi – pada fase ekspirasi pernafasan perut,
otot diafragma relaksasi yang menyebabkan otot diafragma yang tadinya mendatar
kembali melengkung. Hal ini menyebabkan volume paru paru mengecil dan tekanan
membesar. Akibatnya udara keluar dari paru-paru.
2.
Ekskresi
Karbondioksidan dan Uap Air
Ekskresi karbondioksida dan uap air erat kaitannya
dengan sistem
pencernaan pada manusia dan sistem
sirkulasi pada manusia. Zat nutrisi yang dicerna dari makanan oleh
sistem pencernaan tubuh diubah menjadi energi untuk digunakan oleh tubuh. Zat
nutrisi diedarkan melalui darah ke sel sel seluruh tubuh. Didalam sel tubuh,
energi digunakan bersama dengan oksigen dan berubah menjadi karbondioksida dan
uap air sebagai hasil metabolismenya.
Hemoglobin dalam darah sangat berperan dalam kegiatan
ini. Hemoglobin dalam sel darah merah digunakan sebagai alat untuk mengikat dan
memindahkan oksigen dan karbondioksida. Fungsi
hemoglobin ini memungkinkan terjadinya pertukaran gas,
khususnya dalam alveoli paru paru. Mekanisme pertukaran gas ini dijelaskan
sebagai berikut:
·
Karbondioksida hasil metabolisme sel diikat oleh
hemoglobin atau terlarut dalam plasma darah dengan membentuk ion bikarbonat.
Reaksi ini dikatalisis oleh enzim karbonik anhidrase.
·
Darah yang kaya karbondioksida masuk ke dalam jantung
dan kemudian dialirkan menuju paru paru.
·
Saat darah ada dalam pembuluh kapiler di paru paru dan
berdekatan dengan alveoli, terjadilah difusi. Difusi adalah proses perpindahan
molekul gas dari konsentrasi tinggi ke konsentasi rendah.
·
Sel darah memiliki konsentrasi gas karbondioksida yang
lebih tinggi sehingga dipindah ke alveoli.
·
Sebaliknya alveoli memiliki konsentrasi oksigen lebih
tinggi sehingga oksigen dipindah ke sel darah.
·
Setelah itu karbondioksida dan uap air dikeluarkan
lewat hidung.
Mekanisme ini selalu terjadi selama manusia masih
hidup, sehingga bernafas menjadi salah satu ciri-ciri
makhluk hidup. Adanya gangguan pada alveoli menyebabkan gangguan
sistem pernafasan yang ditunjukkan dengan sesak nafas, nafas memburu, atau
kesulitan bernafas. Perokok aktif biasanya memiliki gangguan ini.

Komentar
Posting Komentar