Hidrosfer Kelas 7F dan 7G SMP Al-Azhar 3 ( 6 April 2020 )

Hidrosfer

Hidrosfer berasal dari kata hidros yang berarti air dan sphaira yang berarti selimut. Jadi, hidrosfer merupakan lapisan air yang meliputi Bumi. Hidrosfer tidak hanya meliputi perairan yang luas seperti laut dan samudra. Hidrosfer juga meliputi air di danau, sungai, air tanah dan uap air yang ada di udara.
Air sangat penting bagi kehidupan. Hamper setiap elemen kehidupan memerlukan air untuk melangsungkan kehidupannya. Tumbuhan memerlukan air untuk berfotosintesis, sedangkan manusia memerlukan air untuk metabolism dan memenuhi kebutuhan hidup. Tidak ada makhluk hidup yang dapat hidup tanpa air.
Jika semua makhluk hidup di Bumi menggunakan air untuk melangsungkan kehidupannya, apakah air yang ada di Bumi akan berkurang dan habis ?. atau jumlah air akan bertambah karena adanya hujan ?. ataukah jumlah air di Bumi tetap ?. air yang ada di Bumi memiliki sebuah siklus yang dinamakan siklus hidrologi atau siklus air. Siklus hidrologi merupakan sebuah proses daur ulang air secara terus – menerus. 




Siklus air bermula ketika panas Matahari menguapkan air yang ada di laut dan di permukaan Bumi (Evaporasi). Uap air tersebut akan berkumpul di angkasa dan terjadi proses kondensasi (Pengembunan) hingga terbentuk awan. Awan tersebut kemudian akan berjalan sesuai dengan arah embusan angin. Penguapan yang terjadi setiap hari mengakibatkan uap yang menjadi awan semakin banyak. Jika awan sudah tidak dapat menampung uap dari evaporasi, maka uap air di awan akan turun sebagai hujan. Air hujan akan mengisi cadangan air yang berada dipermukaan bumi. Proses ini berlangsung terus – menerus.
Air memiliki siklus daur ulang yang berlangsung terus – menerus. Dimulai dengan proses evaporasi hingga akhirnya air jatuh kembali ke Bumi dalam bentuk hujan. Siklus air ini menjaga ketersediaan air di Bumi. Akan tetapi, curah hujan yang terjadi setiap tahun tidak sama. Ada kalanya curah hujan rendah (sedikit) da nada kalanya curah hujan tinggi (banyak). Apabila curah hujan tinggi, simpanan air dipermukaan Bumi seperti waduk, danau atau sungai meluap sehingga berpotensi banjir.
Banjir berasal dari luapan penyimpanan air, baik itu danau , waduk maupun sungai yang tidak mampu menampung jumlah air yang sangat besar. Ketika penyimpanan air sudah penuh, maka air yang harusnya disalurkan ke penyimpanan akan meluap ke daratan sehingga membanjiri daerah sekitarnya.
Banjir dapat diakibatkan oleh beberapa hal, diantaranya : 
















    Tingginya curah hujan.
Hujan yang terus menerus akan mengakibatkan danau, bendungan atau sungai penuh dan tidak sanggup lagi menampung air yang masuk. Akibatnya air akan meluap ke daratan di sekitarnya.
2.      System pengelolaan lingkungan yang buruk.
Jika sungai yang ada di tengah pemukiman penuh, kemanakah air akan meluap ?. Di daerah pemukiman padat / penuh tidak ada tempat resapan air. Akibatnya, jika sungai penuh maka air akan membanjiri pemukiman penduduk.
Dengan terus bertambahnya jumlah penduduk akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan tempat tinggal di suatu daerah, sehingga pemukiman di daerah tersebut semakin meluas. Akibatnya, daerah resapan air akan berkurang karena permukaan tanah terlapisi beton dan aspal yang tidak dapat menyerap air. Hal ini diperparah oleh penataan bangunan dan wilayah yang tidak memperhatikan system pembuangan air. Selain itu, kurangnya pepohonan yang dapat menyerap air juga menjadi penyebab terjadinya banjir.
3.      Akibat perilaku manusia.
Perilaku manusia yang membuang sampah di sungai atau saluran pembuangan air akan memicu terjadinya banjir. Sampah yang dibuang sembarangan akan menyumbat aliran air di sungai atau saluran pembuangan. Akibatnya, ketika hujan, air tidak akan mengalir. Air terus tertimbun di suatu tempat hingga akhirnya meluap dan menjadi banjir.
4.      Pembangunan rumah di bantaran sungai.
Rumah bantaran sungai dibangun dengan menggunakan tepian sungai. Akibatnya, lebar sungai akan berkurang dan daya tamping sungai tersebut juga ikut berkurang. ketika hujan terjadi, sungai tidak mampu menampung air dalam jumlah besar. Akhirnya, air akan meluap ke daerah sekitar.
Banjir yang melanda suatu daerah dapat memberikan dampak yang serius. Dampak yang ditimbulkan oleh banjir meliputi kerusakan fisik hingga korban jiwa. Jadi dampak banjir diantaranya :
1.      Banjir dapat merusak bangunan seperti rumah, gedung, jalan raya atau jembatan. Akibatnya, jalur transportasi terputus dan pengiriman bantuan darurat terhambat.
2.      Banjir juga dapat mengontaminasi sumber air bersih. biasanya banjir telah bercampur dengan lumpur. Apabila banjir bercampur dengan sumber air bersih, maka air bersih akan terkontaminasi. Akibatnya, sumber air bersih akan menjadi langka. Selain itu, banjir dapat menjadi media penyebaran penyakit seperti diare dan penyakit kulit. 
3.      Kerugian ekonomi yang besar. Banjir yang menimpa daerah pertanian akan mengakibatkan gagal panen dan lahan pertanian yang rusak. Kerusakan fisik yang disebabkan oleh banjir cukukup parah. Butuh biaya yang banyak untuk merenovasi suatu bangunan atau lahan pertanian hingga dapat berfungsi kembali.
4.      Banjir juga sering memakan banyak korban jiwa. Pada banjir yang terjadi di Jakarta selama Bulan Februari 2015 tercatat hampir 57 jiwa menjadi korban. Banjir dengan debit air yang besar dapat menenggelamkan seseorang. Selain itu, banjir dengan arus yang deras juga dapat menghanyutkan seseorang hingga akhirnya tenggelam dan meninggal.
Agar terhindar dari bahaya banjir, kita harus melakukan tindakan siaga banjir, baik sebelum, saat banjir, maupun setelah banjir. Hal terpenting yang kita lakukan adalah mempelajari lingkungan rumah kita apakah daerah rawan banjir atau tidak. Kita juga harus mengenali tanda – tanda datangnya banjir di daerah kita. Selain itu, kita juga harus mengikuti informasi terkait pengumuman banjir dan letak posko evakuasi yang disediakan. Dengan demikian, kita dapat menentukan tindakan yang akan dilakukan. Agar selalu siapkan peralatan P3k. lebih baik jika kita memahami keterampilan pertolongan pertama dan tindakan tanggap darurat. Ketika banjir telah mencapai daerah tempat kita tinggal, kita dapat melakukan persiapan sebelum air meninggi. Jika muncul tanda – tanda banjir, 





.      kita dapat memindahkan semua peralatan rumah tangga kedalam rumah di tempat yang lebih tinggi. Hal tersebut bertujuan agar barang – barang tidak hanyut saat terjadi banjir.
2.      Kita juga hendaknya menyimpan dokumen penting kedalam wadah yang kedap air. Misalnya kantong plastic.
3.      Selain itu, matikan keran air serta matikan listrik. Hal ini untuk menghindari bahaya tersengat arus listrik dan korsleting serta mempersiapkan barang bawaan untuk mengungsi.
4.      Ketika air mulai meninggi, hendaknya kita segera mengungsi. Karena akan lebih mudah dan lebih aman jika kita mengungsi sebelum air meninggi.
5.      Dalam proses evakuasi, ikuti jalur yang telah ditentukan. Apabila belum ada jalur evakuasi yang disarankan, maka pilihlah jalur dengan ketinggian yang rendah dan arus air yang tidak membahayakan.
6.      Agar didahulukan anak – anak, orang cacat dan orang lanjut usia.
7.      Hal terpenting saat proses evakuasi adalah tetap tenang, tidak panic serta ikuti arahan yang diberikan petugas yang berwenang.
Pada posko evakuasi, ada beberapa tindakan yang perlu diperhatikan, diantaranya :
1.      Jangan biarkan anak – anak bermain di daerah banjir, karena beresiko hanyut.
2.      Kita harus saling membantu sesame pengungsi.
3.      Jangan kembali ke rumah sebelum keadaan aman da nada arahan jelas dari petugas yang berwenang.  
Setelah banjir surut, kita dapat kembali ke rumah masing – masing. Ketika sampai dirumah, hendaknya kita jangan langsung masuk rumah. 
1.      Perhatikan lingkungan sekitar rumahmu. Adakah benda berbahaya atau tidak ?. Selain itu
2.      Periksa keadaan rumah seperti tembok dan atap rumah. Hal ini bertujuan untuk melihat kondisi rumah, apakah berpotensi runtuh atau tidak. Pastikan rumah cukup aman untuk dimasuki.
3.      Kita harus memeriksa kabel atau alat elektronik yang terendam air. Jangan langsung menyalakan listrik, hal ini akan berpotensi mengakibatkan korsleting.
4.      Ketika membersihkan rumah, kita juga harus berhati – hati jika ada hewan berbahaya didalam rumah.
Dengan melakukan tindakan siaga banjir di atas, diharapkan kita dapat selamat dari bencana banjir serta mengurangi kerugian harta benda. Akan tetapi, tidak semua langakah tersebut dapat dilakukan. Tindakan siaga bencana bersifat fleksibel, menyesuaikan kondisi dan sumber daya di lingkungan sekitar rumah.

TUGAS


1. Jelaskan secara singkat proses-proses dalam siklus air.
2. Jelaskan dengan memberikan contoh proses pembentukan danau vulkanik.
3. Jelaskan secara singkat dengan memberikan contoh penggolongan laut berdasarkan kedalamannya.
4. Jelaskan apa yang membedakan antara pola aliran sungai radial dengan pola aliran sungai dendritik.
5. Jelaskan apa yang membedakan antara danau dengan telaga.


Tugas di kumpulkan langsung ke bapak






































































Komentar

  1. Wa'alaikumussalam ok pak agus -magjun 7g

    BalasHapus
  2. Assalamualikum pak refeka ksatria panatagama kelas 7f hadir pak

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum pak azman fathary 7f hadir pak

    BalasHapus
  4. Asalamualaikum pak -akila 7f hadir

    BalasHapus
  5. Waalaikumsalam,oke pak
    Rizka amelia 7G

    BalasHapus
  6. ok pak, trimakasih -alfarin7G

    BalasHapus
  7. Waalaikumsalam pak
    oke pak
    Dea 7G

    BalasHapus
  8. Assalamualaikum pak nabila 7f hadir

    BalasHapus
  9. Waalamualaikum salam ok pak
    Faiz 7g

    BalasHapus
  10. Oke pak,terimakasih materinya,Bintang 7G

    BalasHapus
  11. Assalamualaikum pak saya Gamma Bramulya Arhaburrizqi 7F hadir

    BalasHapus
  12. Assalamualaikum pak saya aditya maulana kls 7g

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEMAGNETAN

MAGNET KELAS IX

Teknologi Yang terinspirasi dari struktur jaringan tumbuhan ( kelas 8 ) 21 September 2020