Penyakit sistem Reproduksi ( 6 Agustus 2020 )
Macam-macam penyakit reproduksi pria
Tak hanya wanita, pria
pun bisa terserang penyaki sistem reproduksi. Ada beberapa penyakit
reproduksi pria yang sering terjadi. Para pria perlu menyimak penjelasan
tentang macam-macam penyakit reproduksi pria.
Penyaki reproduksi
pria yang umum sering terjadi bisa dilihat di bawah ini:
1. Prostatitis
Penyakit reproduksi
pria yang umumnya sering terjadi adalah prostatitis. Prostatitis adalah
penyakit reproduksi pria di mana kelenjar prostat mengalami infeksi. Penyebab
dari prostatitis adalah bakteri.
Bakteri yang
menginfeksi kelenjar prostat pria adalah E. coli, Klebsiella, dan Proteus.
Pria yang mengalami prostatitis akan memiliki beberapa gejala seperti sulit
ejakulasi, gagal ereksi, disuria, dan demam.
2. Epididimitis
Selain prostatitis,
ada lagi penyakit reproduksi pria yang disebabkan karena adanya infeksi pada
organ reproduksi pria. Penyakit tersebut adalah epididimitis. Epididimitis
adalah kondisi di mana bagian epididimis mengalami peradangan.
Beberapa bakteri
yaitu Chlamydia trachomatis, E. coli, dan Neisseria
gonorrhoeae adalah jenis bakteri yang sering menyebabkan penyakit
epididimitis. Penyakit ini sering menimpa para pria yang suka berganti-ganti
pasangan seks.
Ada beberapa gejala
dari penyakit epididimitis, yaitu nyer pada testis, ada darah di dalam sperma,
sakit saat ejakulasi, nyeri pada testis, dan disuria. Apabila Anda mengalami
beberapa gejala tersebut maka periksakan diri Anda segera.
3. Sifilis
Penyakit
reproduksi pria lainnya adalah sifilis. Penyakit sifilis juga biasa disebut
‘raja singa’. Sifilis bisa terjadi karena aktivitas seksual. Selain itu, bisa
juga karena transfusi darah. Bakteri yang menyebabkan sifilis adalah
bakteri Reponema Pallium.
4. Gonorhea
Gonorhea
atau kencing nanah juga merupakan penyakit reproduksi pria yang sering terjadi.
Penyebab dari gonorhea adalah bakteri Neisseria Gonorrheae.
Penyakit ini ditularkan melalui aktivitas seksual yang bebas dan
menyimpang.
5. Hipogonadisme
Penyakit
sistem reproduksi lainnya pada pria adalah hipogonadisme. Hipogonadisme
adalah kondisi di mana testis pria tidak dapat memproduksi hormon testosteron
yang cukup. Masalah ini bisa dialami sejak janin berkembang di perut.
Penyebab
dari hipogonadisme adalah infeksi testis, trauma pada testis, radang buah
zakar,, sindrom Klinefelter, dan sindrom Kallman. Pria yang
mengalami hipogonadisme ini memiliki bentuk alat kelamin yang kurang
sempurna dan disfungsi ereksi.
2. Orchitis
Penyakit
ini merupakan salah satu penyakit pada sistem reproduksi pria yang cukup sering
terjadi. Orchitis adalah peradangan pada testis,
yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Orchitis bisa
menyerang salah satu testis maupun keduanya sekaligus.
Sama
seperti epididimitis, orchitis juga bisa menyebabkan buah
zakar bengkak dan nyeri. Bila tidak ditangani, penyakit ini bisa menyebabkan
kemandulan dan penurunan produksi hormon testosteron.
Masalah
pada penis tak jarang dikeluhkan oleh para pria. Beberapa penyakit yang bisa
menyerang organ reproduksi pria ini adalah disfungsi ereksi, kelainan bentuk
penis, misalnya hipospadia atau penis bengkok (penyakit
Peyronie), dan kanker penis.
Selain
beragam penyakit pada sistem reproduksi yang telah disebutkan di atas, pria dan
wanita juga bisa terkena penyakit menular seksual, seperti herpes genital, HIV/AIDS, sifilis, dan gonorea. Penyakit ini ditularkan
dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seksual.
Penyakit
pada sistem reproduksi, baik pada pria maupun wanita, bisa menyebabkan
kemandulan. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk selalu menjaga kesehatan
organ reproduksi dengan menjalani perilaku seks yang aman dan melakukan
pemeriksaan kesehatan rutin ke dokter untuk mendeteksi penyakit-penyakit
tertentu.
B. Macam-macam penyakit reproduksi
wanita
Sudah disinggung
sebelumnya bahwa penyakit reproduksi wanita menyerang organ reproduksi wanita.
Ada beberapa penyakit reproduksi wanita yang umumnya terjadi. Jika Anda adalah
seorang wanita maka penting untuk menyimaknya.
Apa sajakah
macam-macam penyakit reproduksi wanita yang umum terjadi?
1. Vaginitis
Vaginitis adalah penyakit reproduksi wanita dengan kondisi
vagina yang mengalami infeksi. Infeksi pada vagina disebabkan oleh beberapa
jenis mikroorganisme, yaitu seperti bakteri, jamur, dan parasit.
Penyakit sistem reproduksi ini bisa menyerang vagina langsung
atau melalui perineum. Penyakit vaginitis bisa disebabkan oleh jamur Candida
Albicans, bakteri Gardnerella, parasit Trichomonas
Vaginalis, dan virus.
Penderita vaginitis memiliki beberapa gejala yang bisa diamati.
Beberapa gejala penyakit vaginitis seperti nyeri hebat pada vagina, disuria,
pruritas di vulva, ruam bibir vagina, edema vukva, vagina bau busuk, dan
perdarahan vagina.
2. Bartolinitis
Penyakit reproduksi
wanita lainnya adalah bartolinitis. Bartolinitis adalah sebuah penyakit sistem
reproduksi yang terdapat infeksi pada kelenjar bartolin. Kelenjar bartolin yang
terinfeksi ini akan mengalami pembengkakan.
Penyebab dari penyakit
bartolinitis adalah jamur Candida Albicans, bakteri Neiseria
Gonore, virus (Kondiloma Akuminata dan Herpes Simpleks), dan
protoazoa (Amoebiasis dan Trikomoniasis).
Para wanita yang
mengalami penyakit bartolinitis akan merasakan rasa nyeri yang cukup hebat.
Rasa nyeri ini disertai demam, alat kelamin memerah bahkan Anda tidak bisa
berjalan, dan sakit saat berhubungan seksual
3. Condiloma Accuminata
Condiloma Accuminata
adalah penyakit reproduksi wanita yang disebabkan oleh virus yang tak asing
lagi. Virus yang dimaksud adalah virus Human Papiloma. Virus
tersebut juga merupakan virus penyebab kutil.
Wanita yang mengalami
penyakit condiloma accuminata sebaiknya segera diobati. Hal ini dikarenakan
obat condiluma accuminta bisa berkembang menjadi kanker pada organ lainnya
seperti rahim wanita.
4. Kanker ovarium
Kanker ovarium juga
termasuk ke dalam penyakit reproduksi wanita. Penyakit ini berawal dari kista
ovarium yang merupakan tumor jinak dan kecil di dalam rahim. Kista ovarium yang
paling sering terjadi adalah kista dermoid, kista lutein, dan kista cokelat.
Tumor jinak atau kista
ovarium tersebut lambat laun akan berkembang menjadi semakin besar dan ganas
yang menjadi kanker ovarium. Tahukah Anda bahwa kanker ovarium bisa menyebabkan
letak janin mengalami kelainan?
Ya, tumor ganas
ovarium (kanker ovarium) dengan ukuran besar dapat menyebabkan kelainan
letak janin. Penyebab penyakit kanker ovarium disebabkan oleh gaya hidup yang
keliru, asupan, kurang olahraga, dan lainnya.
Berhati-hatilah Anda
jika memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur karena itu merupakan gejala
dari penyakit kanker ovarium. Selain itu, beberapa gejala kanker ovarium
lainnya adalah nyeri saat berhubungan, pendarahan, dan asites.
5. Kanker serviks
Kanker serviks adalah
penyakit reproduksi wanita yang juga umum terjadi. Penyakit ini disebabkan
karena adanya sel-sel abnormal yang tumbuh pada lapisan epitel serviks. Sel
abnormal tersebut akan terus tumbuh dengan ganas.
Hal tersebut membuat
jaringan yang ada di sekitar leher rahim jadi kurang berfungsi. Pengobatan
kanker serviks umumnya dilakukan dengan mengangkat rahim, oviduk, ovarium,
sepertiga dari vagina (bagian atas).
6. Endometriosis
Salah satu
penyakit pada sistem reproduksi wanita yang sering kita dengar adalah endometriosis. Penyakit ini terjadi ketika jaringan
yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di tempat lain di dalam
tubuh.
Jaringan
tersebut dapat tumbuh di ovarium, bagian belakang rahim, usus, atau bahkan di
kandung kemih. Jaringan yang salah tempat ini akan menyebabkan nyeri haid yang
hebat, perdarahan menstruasi yang deras, nyeri saat berhubungan seksual, serta
sulit hamil.
7. Radang panggul
Penyakit
kedua yang kerap terjadi pada sistem reproduksi wanita adalah radang panggul. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri
penyebab infeksi yang merambat masuk ke dalam panggul melalui vagina atau leher
rahim.
Salah satu
penyebab radang panggul yang paling umum adalah penyakit menular seksual,
seperti klamidia dan gonore. Jika tidak diobati dengan baik,
penyakit ini bisa menyebabkan nyeri panggul jangka panjang, tersumbatnya
saluran telur, infertilitas, dan kehamilan ektopik.
8. PCOS
PCOS atau sindrom ovarium polikistik adalah
kondisi yang memengaruhi kadar hormon wanita. Wanita yang menderita penyakit ini
akan menghasilkan hormon seks androgen dalam jumlah yang lebih banyak.
Akibatnya,
penderita akan mengalami menstruasi yang tidak teratur, atau bahkan tidak
menstruasi sama sekali, serta sulit hamil.
9. Miom
Miom atau
fibroid rahim adalah tumor jinak yang tumbuh di rahim. Tumor pada miom
terbentuk dari jaringan otot rahim. Penyakit pada sistem reproduksi wanita ini
sering menyerang wanita di usia produktif.
Gejalanya
dapat berupa perdarahan dari vagina di luar masa haid, nyeri panggul, kram atau
nyeri pada perut, nyeri punggung, sering merasa ingin pipis, serta nyeri saat
berhubungan seksual.
Okh
BalasHapusOcke
BalasHapusHadir
BalasHapusOk pak
BalasHapusOk pak
BalasHapus